Tatar.id, Bandar Lampung – Universitas Lampung (Unila) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung agenda nasional mitigasi bencana.
Pj Hubungan Media Unila, Kiki Siallagan Efraim menjelaskan bahwa mahasiswa KKN Kelurahan Way Lunik 1 menyusun peta jalur evakuasi tsunami.
Mahasiswa menyusun peta evakuasi tersebut sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesiapan masyarakat pesisir menghadapi potensi bencana.
Kelurahan Way Lunik merupakan wilayah pesisir yang memiliki kerentanan tinggi terhadap ancaman tsunami.
“Berdasarkan observasi lapangan, tim KKN menemukan informasi jalur pengungsian, titik kumpul, dan lokasi aman masih terbatas,” ujarnya.
Serta belum tersaji dalam format yang mudah dipahami warga. Kondisi ini berisiko menimbulkan kebingungan saat keadaan darurat terjadi.
Menanganggapi hal tersebut bahwa mahasiswa KKN Unila melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi wilayah yang terdampak.
Kemudian menentukan jalur evakuasi yang aman, serta memetakan titik berkumpul dengan mempertimbangkan kondisi geografis.
Kepadatan organisasi dan akses menuju lokasi dengan ketinggian lebih tinggi.
Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan aplikasi ArcGIS sehingga menghasilkan peta jalur evakuasi yang sistematis, informatif.
Kemudian mudah dipahami masyarakat, peta evakuasi yang dihasilkan memuat rute penyelamatan, arah evakuasi, dan titik kumpul yang dapat digunakan warga saat kondisi darurat.
Tahap akhir kegiatan berupa sosialisasi kepada masyarakat Kelurahan Way Lunik, dimana mahasiswa memberikan edukasi mengenai langkah-langkah penyelamatan diri.
Kemudian pentingnya mitigasi bencana, serta cara membaca dan memanfaatkan peta evakuasi.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat pesisir dalam menghadapi potensi tsunami.
Lebih dari sekadar pengabdian, kegiatan mahasiswa KKN Unila ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana.
Tentunya hal ini sejalan dengan program kerja Kemdiktisaintek dan Kemkomdigi, khususnya dalam penguatan literasi kebencanaan, pemanfaatan teknologi digital.
Serta pemberdayaan masyarakat berbasis data.(*)











