Pendidikan

Kemendikbud Berduka atas Wafatnya Murid SD di Ngada NTT

32
×

Kemendikbud Berduka atas Wafatnya Murid SD di Ngada NTT

Share this article

Tatar.id, Bandar Lampung – Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia turut berdukacita atas wafatnya murid Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat mengatakan, pihaknya dalam peristiwa tersebut turut berdukacita mendalam pasca peristiwa tersebut.

Kemendikdasmen menyatakan peristiwa ini menjadi keprihatinan bersama dan Kemendikdasmen menyampaikan empati kepada keluarga.

Teman, guru, serta seluruh warga sekolah yang terdampak tersebut.

Kemendikdasmen memandang peristiwa ini sebagai kejadian yang sangat serius, serta mengingatkan bahwa kesejahteraan psikososial anak merupakan isu yang kompleks.

“Kondisi emosional anak dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait, sehingga memerlukan perhatian dan dukungan berkelanjutan dari keluarga, sekolah, masyarakat dan negara,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, Minggu (8/2/2026).

Atip menjelaskan bahwa sebagai bagian dari kebijakan afirmasi pendidikan, mendiang murid tercatat sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP).

Dananya telah disalurkan sesuai mekanisme yang berlaku, namun demikian  Kemendikdasmen menegaskan bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Khususnya bagi anak-anak dari keluarga rentan, tidak dapat berhenti pada dukungan finansial semata.

Melainkan harus mencakup pendampingan psikososial, perhatian moral dan lingkungan tumbuh kembang yang suportif.

Kemendikdasmen melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah bersama perangkat daerah.

Hal tetew terkait untuk melakukan pendampingan kepada keluarga, termasuk menyiapkan dukungan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga lainnya.

Selain itu koordinasi lintas sektor juga dilakukan untuk memastikan keluarga mendapatkan akses layanan sosial dan pendidikan yang dibutuhkan.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif bagi tumbuh kembang anak,” beber Atip.

Satuan pendidikan bersama orang tua dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun komunikasi terbuka.

Di mana setiap anak merasa aman untuk mengekspresikan kerentanan mereka, memperkuat kepedulian terhadap kondisi emosional anak.

Serta memastikan setiap anak merasa didengar, dihargai dan mendapatkan pendampingan yang memadai.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk menyikapi informasi secara bijak serta menghindari penyebaran spekulasi yang berpotensi menambah beban psikologis bagi keluarga korban dan komunitas sekolah,” kata Atip.

Kemendikdasmen menegaskan pentingnya dukungan bersama dari sekolah, keluarga, masyarakat, media.

Serta pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan suportif bagi anak.

Hal tersebut sebagai bagian dari upaya pencegahan peristiwa serupa di masa mendatang.(Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *