BeritaLampungPemerintahan

Pemprov Lampung, Kementan dan PTPN I Lakukan Groundbreaking Hilirisasi Ayam Terintegrasi

37
×

Pemprov Lampung, Kementan dan PTPN I Lakukan Groundbreaking Hilirisasi Ayam Terintegrasi

Share this article

Tatar.id, Lampung Selatan – Menindaklanjuti pertemuan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I).

Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Pertanian dan PT PTPN I melakukan groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi.

Adapun groundbreaking tersebut dilakukan di Kebun Kedaton Trikora PTPN I Regional 7, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (6/2/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) yang mewakili Direktur Pakan Ditjen PKH Tri Melasari, serta Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas, melakukan seremonial peletakan batu pertama tersebut.

Seremonial peletakan batu pertama Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi ini juga dilaksanakan secara berani di Jakarta dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Groundbreaking Industri Ayam Terintegrasi ini dilaksanakan secara serentak di 6 wilayah yaitu Lampung, Gorontalo, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan mengatakan, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sebelumnya telah membahas hilirisasi ayam ini dalam kunjungan Direktur Utama PTPN I.

“Pada kesempatan tersebut, Pak Gubernur Mirza menegaskan bahwa proyek hilirisasi ayam terintegrasi tidak semata-mata fokus pada pembangunan fisik,” kata Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan, Sabtu (7/2/2026).

Akan tetapi menjadi simbol perubahan arah pembangunan ekonomi Lampung yang tekanan penciptaan nilai tambah,

“Lampung adalah lumbung pangan nasional. Namun, kita tidak boleh berhenti hanya sebagai penyedia bahan mentah,” ujar Marindo.

Hilirisasi ayam memastikan integrasi ini adalah langkah nyata untuk manfaat ekonomi tetap berada di Lampung.

Ia menilai, penguatan hilirisasi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama dalam memenuhi kebutuhan protein hewani.

Pemprov Lampung menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menetapkan Provinsi Lampung sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program.

Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi merupakan bagian dari agenda ketahanan pangan nasional dan sejalan dengan Arah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dengan menempatkan pangan dan perbaikan gizi sebagai prioritas pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Program ini juga mendukung Asta Cita Presiden, khususnya penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan protein hewani yang berkualitas dan terjangkau,” jelasnya.

Di Provinsi Lampung, program ini diwujudkan melalui empat proyek utama, yaitu pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) berkapasitas 2.000 ekor per jam serta cold storage berkapasitas 50 ton.

Pembangunan parent stock dan hatchery ayam layer, pembangunan pabrik pakan ternak tahap kedua.

Serta pembangunan pabrik tepung telur tahap kedua.

“Keempat proyek tersebut membentuk ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir,” jelas Marindo.

Sekdaprov Marindo berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan peternak.

Serta menjaga stabilitas harga pakan dan ayam, meningkatkan efisiensi produksi, hingga memperkuat perekonomian daerah.

“Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong agar distribusi ayam dilakukan dalam bentuk produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah,” ujarnya.

“Selain itu, Pemprov Lampung terus memperkuat sektor hulu melalui peningkatan produksi jagung sebagai bahan baku pakan ternak, penyediaan sarana pendukung, serta penguatan ekonomi desa,” tambahnya.

Sekdaprov Marindo mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kolaborasi dan sinergi agar Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi dapat berjalan secara transparan.

Akuntabel dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lampung serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pakan Ditjen PKH Tri Melasari, menyampaikan bahwa terobosan ini dalam rangka mendukung swasembada pangan protein hewani.

Di mana kegiatan ini untuk seluruh Indonesia direncanakan di 30 provinsi.

Salah satunya adalah Provinsi Lampung dan untuk tahap pertama ini mengalokasikan hilirisasi ayam terintegrasi yaitu di enam provinsi.J

“Jadi tahap satu ini ada di enam provinsi, yaitu di Provinsi Lampung salah satunya, yang merencanakan Provinsi Lampung itu ada di tiga lokasi di lahan PTPN,” ujarnya.

“Untuk di sini ada untuk RPHU (Rumah Potong Hewan Unggas) dan cold storage, kemudian untuk pembangunan pabrik pakan, pengolahan tepung telur dan daging,” ujar Marindo.

Kemudian juga untuk hatchery di mana untuk DOC (Day Old Chicken) daripada ayam petelur kita.

Ia menilai bahwa Lampung merupakan pemasok potensial, baik untuk Provinsi Lampung ataupun juga pemasok di Jabodetabek.

Selain itu juga pemasok daripada untuk provinsi-provinsi seputaran bahkan ke Sumatera.

“Jadi Lampung sangat potensial sehingga juga mengalokasikan kegiatan-kegiatan tersebut,” ujarnya.

Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menyatakan langkah ini tidak penting dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.

Adapun nilai investasi dari groundbreaking di Lampung yaitu sekitar Rp 600 Miliar untuk membangun fasilitas Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), Cold Storage dan pabrik pakan ditahap pertama.

Nantinya akan dilanjutkan dengan pembangunan industri pakan, Hatchery dan Parent Stock untuk layer dan broiler.

Industri ternak ayam terpadu di Trikora ini diproyeksikan mampu memproduksi hingga 5.760 ton (daging ayam) karkas per tahun untuk memenuhi kebutuhan protein di Sumatera.(Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *