Tatar.id, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kh Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya kembali melakukan langkah diplomasi di dalam negeri.
Gus Yahya menyambangi Duta Besar (Dubes) Kerajaan Arab Saudi, Faisal Abdullah Al-Amudi di Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi, Kuningan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Keduanya bertemu di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang belum ada tanda-tanda berakhir.
Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla yang turut serta dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa Gus Yahya menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi antarnegara di kawasan.
“Karena perang ini merugikan semua pihak, maka PBNU mendorong terjadinya solusi kerjasama,” katanya.
“Duta Besar Saudi berharap NU bisa memberikan dukungan yang tegas kepada pemerintah Saudi,” imbuh Gus Ulil.
PBNU mengharapkan semua pihak menghentikan perang saat ini dan akan mengajak ormas-ormas Islam lain untuk mendukung sikap seperti ini.
Selain itu juga mendorong pemerintah Indonesia untuk ikut mendesak adanya jalan diplomatik guna mengatasi masalah yang terjadi saat ini.
Gus Yahya menyampaikan bahwa PBNU menyampaikan simpati mendalam atas konflik yang berkepanjangan dan semakin meluas.
Ia menegaskan posisi Nahdlatul Ulama (NU) yang berdiri bersama dalam mengupayakan perdamaian, termasuk menyatakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
“NU berdiri bersama pemerintah Saudi, bersimpati bersama pemerintah Saudi, dan tentu saja bersimpati serta mendukung perjuangan rakyat Palestina,” jelasnya.
Sementara itu, Dubes Saudi Faisal Abdullah Al-Amudi memaparkan perkembangan terkini di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat-Israel.
Ia menilai eskalasi konflik, terutama yang melibatkan negara-negara muslim, sangat menakutkan karena menimbulkan dampak luas.
“Tidak hanya di kawasan Teluk dan Teluk tetapi juga secara global. Ancaman krisis ekonomi sangat jelas sekali,” ujarnya.
Pihaknya berharap Nahdlatul Ulama dapat terus menyuarakan situasi atas yang kian mencemaskan.
Sekaligus memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah Saudi dalam menyelesaikan konflik.
Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah pengurus PBNU, antara lain Ketua PBNU Rumadi Ahmad dan Wasekjen PBNU Najib Azca.
Sebelumnya, Gus Yahya juga berdiskusi dengan Dubes Iran untuk RI Mohammed Boroujerdi.(*)











