TATAR.ID, BANDAR LAMPUNG – Perusahaan teknologi antariksa STAR.VISION mengumumkan kesiapan peluncuran misi Satelit Kembar Hiperspektral OSE dari laut lepas pantai Shandong, China.
Misi internasional ini membawa dua satelit utama, yakni Lampung-1 dari Indonesia dan Samarkand 2028 dari Uzbekistan, yang dijadwalkan meluncur pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Pengumuman kesiapan tersebut disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi @star.vision_aerospace.
Dalam unggahan tersebut, STAR.VISION mengonfirmasi bahwa roket pembawa satelit telah diangkut ke kapal peluncuran dan tengah bergerak menuju lokasi pelepasan di laut.
Misi ini dirancang sebagai bentuk penguatan kerja sama antariksa lintas negara. STAR.VISION turut menandai Pemerintah Provinsi Lampung, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, serta Badan Antariksa Uzbekistan (Uzcosmos) sebagai mitra utama yang terlibat dalam proyek tersebut.
Satelit Lampung-1 dirancang khusus melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di sektor kelautan.
Selain itu, hadirnya satelit ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola lingkungan hidup serta mendorong daya saing industri di wilayah Lampung.
Sementara itu, Satelit Samarkand 2028 yang dikembangkan bersama Uzbekistan ditujukan untuk memperkuat pemantauan ekologi regional dan pengembangan inovasi teknologi antariksa.
Keunggulan utama dari Satelit Kembar Hiperspektral OSE terletak pada integrasi teknologi pencitraan hiperspektral multi-band yang dipadukan langsung dengan komputasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di dalam satelit (on-board processing).
Dengan adanya pemrosesan AI langsung di orbit bumi, data yang ditangkap tidak perlu melewati proses panjang di stasiun darat terlebih dahulu.
Langkah ini memungkinkan pengolahan data berlangsung secara real-time, sehingga menghasilkan data analitis yang lebih cepat, akurat, dan mudah diakses oleh para pemangku kepentingan.
Publik kini dapat memantau perkembangan terbaru detik-detik peluncuran (liftoff) misi ruang angkasa yang menjadi tonggak penting bagi teknologi pemantauan wilayah Lampung ini.











