Bandar LampungLampungNasionalPemerintahan

Bulog Lampung Gandeng Pemkab Lampung Timur Bersiap Bangun RMU 120 Ton demi Perkuat Ketahanan Pangan

56
×

Bulog Lampung Gandeng Pemkab Lampung Timur Bersiap Bangun RMU 120 Ton demi Perkuat Ketahanan Pangan

Share this article

TATAR.ID, BANDAR LAMPUNG – Langkah konkret memperkuat infrastruktur pascapanen kembali dilakukan Perum Bulog Kanwil Lampung. Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

Bulog resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk menunjang peningkatan ketahanan pangan nasional pada Rabu (29/7/2026).

​Kerja sama ini menjadi pijakan utama pembangunan Rice Milling Unit (RMU) di Lampung Timur.

Sekaligus bentuk implementasi Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2026 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pascapanen.

Kabupaten Lampung Timur dipilih sebagai salah satu dari dua lokasi penguatan pascapanen Bulog di Lampung karena statusnya sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di provinsi tersebut.

​RMU modern ini dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 120 ton gabah dan ditargetkan beroperasi penuh pada pertengahan tahun 2027.

Bupati Lampung Timur, Hj. Ela Siti Nurmayah, mengapresiasi keputusan Bulog yang menunjuk wilayahnya sebagai lokasi pembangunan fasilitas penting ini.

​”Kehadiran fasilitas ini akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan yang berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah hasil panen petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemkab Lampung Timur siap memberikan dukungan penuh,” tegas Ela.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog dalam mempercepat ekosistem pangan yang terintegrasi.

​”Melalui pembangunan RMU berkapasitas 120 ton gabah ini, kami berharap proses pengolahan hasil panen menjadi lebih modern dan efisien, penyerapan gabah petani semakin optimal, kualitas beras terjaga, serta Cadangan Beras Pemerintah (CBP) semakin kuat,” jelas Rindo.

​Ia menambahkan, RMU tidak hanya menyerap hasil panen secara maksimal, tetapi juga memberikan kepastian pasar serta meningkatkan nilai tambah bagi para petani lokal.

​Sinergi ini diharapkan menjadi model pengelolaan hasil panen yang modern, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani di Lampung Timur.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *