Pendidikan

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dukung Program Presiden Prabowo Subianto Dorong Sekolah Terapkan Asri

32
×

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dukung Program Presiden Prabowo Subianto Dorong Sekolah Terapkan Asri

Share this article

Tatar.id, Bandar Lampung – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan bermutu harus dibangun melalui sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter.

Menteri Mu’ti menjelaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, akan tetapi juga ruang pembentukan keberanian intelektual.

Hingga ketangguhan spiritual dan kepekaan sosial peserta didik.

“Dalam konteks tersebut saya mengaitkan penguatan pendidikan dengan program nasional Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI),” ujar Mendikdasmen Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, Minggu (8/2/2026).

Mu’ti menjelaskan bahwa baru saja program Asri dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sekolah dinilai memiliki peran strategis sebagai ruang pembiasaan nilai-nilai ASRI sejak dini.

“Sekolah yang aman dan nyaman juga harus menjadi sekolah yang asri. Lingkungan yang bersih, sehat, sejuk, dan tertata akan mendukung suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk kebiasaan hidup tertib dan bertanggung jawab pada peserta didik,” ujar Mendikdasmen.

Mu’ti menjelaskan bahwa pembiasaan menjaga kebersihan, pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan plastik.

Serta penciptaan ruang kelas yang nyaman dan tidak pengap merupakan bagian dari integrasi sekolah dengan semangat Indonesia yang ASRI.

Mu’ti menjelaskan bahwa sekolah yang aman adalah sekolah di mana anak-anak merasa tenang untuk belajar.

Kemudian berani menyampaikan pendapat, dan tidak takut melakukan kesalahan.

Keberanian intelektual ini penting agar rasa ingin tahu anak-anak tetap tumbuh dan difasilitasi.

Ia menambahkan bahwa keamanan spiritual juga menjadi bagian penting dari pendidikan.

Peserta didik perlu mendapatkan pendampingan nilai keimanan dan moral secara berkelanjutan melalui keteladanan dan pembiasaan, bukan sekadar hafalan.

Pihaknya menaruh perhatian pada aspek keamanan sosial di lingkungan sekolah.

Dirinya mengingatkan bahwa perundungan masih menjadi tantangan yang harus terus ditekan melalui pembangunan budaya saling menghormati, empati dan tanggung jawab bersama.

Peserta didik dan pendidik menjadi fondasi kuat dalam membangun disiplin dan tanggung jawab.

Terutama terkait larangan merokok dan ini bisa menjadi contoh nasional, sekolah model tingkat nasional di mana ribuan peserta didiknya tidak ada satu pun yang merokok.

Mendikdasmen menambahkan bahwa praktik-praktik baik yang telah berjalan di lingkungan pendidikan tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional.

Terutama dalam membangun pendidikan yang berfokus pada pembentukan karakter dan lingkungan belajar yang aman serta sehat.

Ia menegaskan bahwa upaya menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan asri tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Akan tetapi memerlukan komitmen seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pendidik, peserta didik, hingga masyarakat.

Mendikdasmen berharap berbagai upaya yang dilakukan oleh satuan pendidikan dan masyarakat dapat terus diperkuat melalui semangat gotong royong.

Sehingga ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, asri dan berkarakter dapat terwujud secara berkelanjutan.

“Yang kita bangun bukan hanya gedung yang kokoh, tetapi karakter yang kuat. Dari situlah kita berharap lahir generasi Indonesia yang cerdas secara intelektual, matang secara sosial, dan kuat secara spiritual,” pungkasnya.(Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *