Nasional

Kemendikdasmen Buka Jalur Pendidikan Jarak Jauh Catat 700an Anak Putus Sekolah akan Kembali Kejar Cita-cita

52
×

Kemendikdasmen Buka Jalur Pendidikan Jarak Jauh Catat 700an Anak Putus Sekolah akan Kembali Kejar Cita-cita

Share this article

TATAR.ID, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memperluas akses Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) tingkat sekolah menengah.

Apapun langkah tersebut jadi angin segar buat mengatasi masalah Anak Tidak Sekolah (ATS) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

​Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menjelaskan, Kemendikdasmen mencatat hingga akhir Juli 2026 bahwa tercatat lebih dari 700 anak putus sekolah (APS).

Mereka ratusan APS yang sudah terverifikasi dan siap kembali duduk di bangku belajar lewat jalur PJJ.

​”Negara “Jemput Bola” untuk anak-anak tersebut kembali belajar dan mengejar cita-citanya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa program PJJ ini bukan sekedar formalitas, namun wujud nyata kehadiran negara untuk merangkul anak-anak yang sempat terpinggirkan dari akses sekolah reguler.

​”PJJ adalah bentuk jawaban dari doa dan harapan, PJJ adalah jembatan meraih cita-cita. Ini bentuk negara ‘jemput bola’—tidak sekedar hadir, tapi betul-betul mendatangi mereka,” ujarnya.

​Ia menambahkan, penguatan sistem PJJ yang mengacu pada Permendikbud Nomor 119 Tahun 2014 ini terus dipol dari sisi tata kelola dan penjaminan mutu.

Tujuannya jelas guna membangun ekosistem belajar yang inklusif dan adaptif dengan prinsip no child left behind
.

Sekolah Induk Berakreditasi A dan Gandeng Universitas Terbuka (UT) agar kualitasnya tetap terjaga dan tidak asal-asalan.

Kemendikdasmen menggandeng Universitas Terbuka serta SEAMEO SEAMOLEC.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa sistem belajarnya akan menggabungkan metode sinkron, asinkron, hingga pemanfaatan modul cetak dan digital.

​”Anak-anak yang terkendala sekolah reguler tetap bisa mendapatkan layanan berkualitas. Bahkan, sekolah induk yang ditunjuk wajib berakreditasi A,” jelas Tatang.

Dari total lebih dari 1.000 calon peserta yang terdata, sebanyak 700 anak telah lolos verifikasi sebagai ATS dan siap memulai langkah baru mereka.

Harapan Baru Bagi Anak Bangsa
​Manfaat PJJ ini dirasakan langsung oleh Bagas William.

Pemuda ini sempat harus istirahat total dan putus sekolah selama dua tahun akibat kecelakaan hebat yang mengharuskannya menjalani operasi serta pemulihan yang panjang.

​”Saya ikut PJJ untuk dapat pendidikan lagi dan mengejar cita-cita jadi wirausahawan online,” ungkap Bagas.

​Rasa lega juga diungkapkan oleh sang ibu, Aas, yang sempat risau memikirkan masa depan pendidikan anaknya.

​”Dua tahun fokus penyembuhan, saya bingung sekali bagaimana nasib sekolahnya nanti. Begitu ada PJJ, saya senang luar biasa karena anak saya bisa melanjutkan sekolah lagi,” tutur Aas.

​Kemendikdasmen berkomitmen akan terus menggalang pemerintah daerah dan berbagai organisasi masyarakat demi menjangkau lebih banyak lagi anak-anak Indonesia yang ingin kembali menceritakan mimpinya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *