TATAR.ID, BANDAR LAMPUNG – Aksi pencurian perhiasan emas dengan pura-pura menjadi pembeli kembali terjadi di Bandar Lampung.
Kali ini di Toko Emas Murni di Pasar Cimeng, Kecamatan Telukbetung Selatan, menjadi sasaran komplotan emak-emak pada Minggu (26/7/2026) sekira pukul 12.15 WIB.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto menjelaskan bahwa para pelaku berhasil menggondol tiga buah perhiasan emas berupa cincin dan gelang seberat total 26 gram senilai Rp 60 juta.
Ia menjelaskan bahwa aksi pencurian bermula saat dua orang wanita paruh baya atau emak-emak mendatangi toko emas milik korban berinisial DR sekitar pukul 12.15 WIB.
Untuk memuluskan aksinya, pelaku berpura-pura hendak membeli perhiasan emas untuk keperluan pernikahan anaknya.
“Pelaku kemudian meminta penjaga toko mengeluarkan sejumlah koleksi perhiasan dari etalase untuk ditunjukkan,” kata Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, Selasa (28/7/2026).
Penjaga toko lengah dan teralih fokusnya, salah satu pelaku dengan cepat mengambil perhiasan emas tersebut dan mengembatnya ke dalam tas.
Setelah melancarkan aksinya, komplotan tersebut langsung bergegas pergi tanpa membeli satu pun barang.
”Pelaku datang bersama rekannya dan berpura-pura ingin membeli cincin dan gelang emas. Mereka meminta ditunjukkan beberapa jenis perhiasan sambil menanyakan harga. Setelah itu pelaku pergi tanpa membeli apa pun,” terang Kasat Gigih.
Korban Dr baru sadar barangnya hilang saat melakukan pengecekan stok menjelang toko tutup pada sore harinya.
Pada saat dihitung ulang, tiga perhiasan emas diketahui telah raib dari tempatnya.
Korban memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) dan dari rekaman tersebut, terlihat jelas detik-detik saat kedua emak-emak tersebut menggasak perhiasan dari etalase.
Dengan kejadian tersebut korban langsung melaporkannya ke pihak Polresta Bandar Lampung.
Polisi menindaklanjuti laporan korban, tim Satreskrim Polresta Bandar Lampung telah diterjunkan ke lokasi untuk mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi.
”Saat ini masih dalam proses penyelidikan. Tim sudah mendatangi TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengambil keterangan sejumlah saksi,” pungkas Kompol Gigih.
Pihak kepolisian juga telah menyita rekaman CCTV dari lokasi kejadian sebagai barang bukti utama untuk mengidentifikasi serta memburu para pelaku.(*)











