Tatar.id, Bandar Lampung – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandar Lampung diimbau guru yang ada di Kota Tapis Berseri untuk bijak dalam mengunggah video murid di Sosial Media (Sosmed) demi kepentingan pribadi.
Salah satu oknum guru yang kerap membagikan postingan bersama muridnya yaitu seorang guru TK swasta E hingga di medsos tiktok.
Pada akun Tiktok milik guru muda tersebut, terpantau dirinya berjoget bersama sejumlah muridnya yang masih anak-anak.
Serta merekam sejumlah aktivitas murid di dalam kelas, padahal seperti diketahui murid-murid berusia di bawah umur belum memiliki pemahaman terkait sosial media.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Bandar Lampung, Mulyadi Syukri mengungkapkan, meski mengikuti perkembangan zaman, guru diminta untuk bisa memahami batasan-batasan dalam mengunggah konten bersama murid.
Hal itu menurut Mulyadi, guna menjaga privasi murid dan tak menjadi bumerang bagi guru itu sendiri.
“Sebenarnya mengikuti pekembangan zaman boleh saja, tetapi jika hanya joget-joget dan diunggah di akun pribadi rasanya tidak bermanfaat dan kurang baik. Dikhawatirkan mengganggu privasi anak,” katanya.
Ia pun menyebut hal tersebut sudah menjadi atensi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
“Sehingga kita imbau untuk guru di Bandar Lampung agar tidak merekam kegiatan yang kurang bermanfaat telebih lagi jika sampai live di jam mengajar, lalu juga itu seusai dengan imbauan Komdigi,” tuturnya.
Mulyadi menyebut pihaknya dalam waktu dekat akan membuat Surat Edaran (SE) terkait imbauan merekam murid dan mengunggahnya di sosial media.
“Nanti akan kita terbitkan surat edarannya, dan ini juga akan langsung kita berikan inbauan melalui WhatsApp grup terlebih dahulu ke sekolah-sekolah,” ungkapnya.
Guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Ia juga menyebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolah untuk memiliki phone free area.
“Sehingga misal konten ini diuploud apakah ada izin dari orang tua juga, karena kan ditakutkan pembuatan kontan dapat mengancam keselamatan anak, nanti kita minta untul tiap sekolah memiliki phone free area” pungkasnya.(*)











