LampungNasional

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Desa Lewat Hilirisasi Komoditas Unggulan

17
×

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Desa Lewat Hilirisasi Komoditas Unggulan

Share this article

TATAR.ID, JAKARTA – Gubernur Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam mengembangkan ekonomi desa.

Langkah ini dapat diwujudkan melalui hilirisasi komoditas unggulan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan usaha yang berbasis pada potensi lokal.

​Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-III di The Tribrata Hotel & Convention Center, Jakarta, pada Sabtu (31/10/2026).

Ajang ini mempertemukan pengurus pusat dan daerah seluruh Indonesia untuk bertukar gagasan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun bangsa.

​Dalam paparannya, Gubernur Mirza menyoroti fenomena daerah penghasil sumber daya alam, khususnya sektor pertanian dan perkebunan yang selama ini belum sepenuhnya menikmati nilai tambah dari komoditas mereka.

Sebagian besar hasil produksi masih dijual dalam bentuk bahan mentah, sementara proses pengolahan dan keuntungan ekonomis dinikmati di luar daerah.

​Kondisi ini membatasi peluang usaha dan lapangan kerja di perdesaan, sehingga banyak generasi muda memilih merantau ke kota.

​Potensi desa harus bisa menjadi sumber kesejahteraan masyarakatnya. Jangan sampai kita menghasilkan bahan baku, tetapi nilai tambah dan kesempatan kerja justru tercipta di daerah lain, tegas Mirza.

Ia menilai, arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto perlu diperkuat melalui pemerataan aktivitas ekonomi, peningkatan kesejahteraan petani, dan penciptaan ekosistem usaha hingga tingkat desa.

Ketika pendapatan masyarakat desa meningkat, dampaknya akan dirasakan secara luas oleh petani, pedagang, pelaku usaha kecil, hingga tenaga kerja lokal.

​Gubernur Mirza secara khusus menyoroti potensi pertanian dan perkebunan Lampung, seperti kopi, kakao, dan lada, yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui pengolahan langsung di daerah asal.

​Menurutnya, hilirisasi tidak harus selalu berskala besar.

Pengolahan dapat dimulai dari unit usaha di desa yang disesuaikan dengan bahan baku, kapasitas sumber daya manusia, teknologi, dan kebutuhan pasar.

​Melalui ekosistem ini, generasi muda dapat mengambil peran strategis melalui petani menghasilkan bahan baku.

Sementara anak-anak muda bisa mengembangkan pengolahan dan pemasarannya. Dari situ akan muncul usaha baru dan lapangan kerja di desa.

​Gubernur Mirza menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi memerlukan dukungan ekosistem yang terintegrasi.

Mulai dari pelatihan keterampilan, akses pembiayaan, teknologi pengolahan, hingga kepastian pasar. Penyediaan peralatan saja tidak cukup tanpa kemampuan mengelola dan memasarkan produk secara berkelanjutan.

​Bagi Pemerintah Provinsi Lampung, penguatan hilirisasi dan pemberdayaan pemuda merupakan bagian penting dalam mewujudkan visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.

Pemerintah berharap pemuda mampu melihat potensi lokal sebagai peluang masa depan, sehingga desa tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi produktif yang mandiri.

​Mirza menyebut rembuk Nasional Pemuda Indonesia Ke-III ini secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *