Bandar LampungBeritaLampungNasionalPemerintahan

Gubernur Mirza Sampaikan Lampung Tercepat Presentase Pemenuhan Infrastruktur MBG Dihadapan Menteri Ekraf Riefky

33
×

Gubernur Mirza Sampaikan Lampung Tercepat Presentase Pemenuhan Infrastruktur MBG Dihadapan Menteri Ekraf Riefky

Share this article

Tatar.id, Bandar Lampung – Gubernur Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan capaian program MBG (Makan Bergizi Gratis) kepada Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa Lampung saat ini menjadi provinsi tercepat dan tertinggi secara persentase dalam penyediaan infrastruktur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saya melaporkan bahwa Lampung hari ini menjadi provinsi tercepat dan tertinggi secara persentase dalam penyediaan dapur MBG. Rasio kita sudah di atas 100 persen dari target,” ujar Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, Senin (16/2/2026).

Ia memaparkan, program MBG di Lampung menyasar sekitar 2,7 juta penerima manfaat, mulai dari siswa TK hingga SMA.

Para santri di pondok pesantren, balita, hingga ibu hamil.

Ketersediaan bahan baku pun dipastikan aman karena Lampung merupakan daerah surplus pangan.

“Sumber pangan Lampung luar biasa, mulai dari ayam kami surplus, telur surplus, beras dan sayuran juga surplus. Tidak ada cerita kekurangan bahan makanan,” tegasnya.

Gubernur mengingatkan bahwa kualitas gizi harus diimbangi dengan cita rasa dan kreativitas.

“Anak-anak itu nomor dua gizi, nomor satu enak dulu. Kalau tidak enak, mereka tidak mau makan,” ucap Mirza.

Mirza ingin mereka lulus sekolah dengan kenangan bahwa makanan MBG itu enak dan memuaskan.

Gubernur juga mengapresiasi inovasi Kementerian Ekonomi Kreatif yang menghadirkan chef profesional untuk meningkatkan standar kualitas pengelolaan dapur MBG.

Ia berharap pelatihan ini menjadi ruang belajar, berbagi inspirasi, sekaligus memperkuat jejaring pelaku usaha kuliner di Lampung sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah kreatif.

Gubernur Mirza mendampingi Menteri Riefkye dengan agenda kegiatan Pelatihan Juru Masak Bersama Master (Masamo) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif, Badan Ekonomi Kreatif RI melalui Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain di SPPG Rajabasa 3, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung.

Gubernur Mirza mendampingi Menteri Riefky dalam diskusi bersama pelaku ekonomi kreatif di El’s Coffee Roastery, Bandar Lampung, bersama pemilik El’s Coffee, Elkana Arlen Riswan.

Pembahasannya meliputi penguatan ekosistem ekonomi kreatif, akses pembiayaan, peningkatan kapasitas SDM, hingga perluasan jaringan pemasaran.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi pencapaian Pemerintah Provinsi Lampung yang telah membangun 1.007 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan jangkauan 2,7 juta penerima manfaat.

Program ini dinilai selaras dengan visi Presiden dalam menyiapkan Generasi Emas 2045 sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Secara nasional, pemerintah menargetkan lebih dari 83 juta penerima manfaat melalui 30.600 SPPG pada tahun ini.

Menteri Riefky menegaskan, program ini bukan sekadar intervensi gizi, melainkan juga mesin penggerak ekonomi yang menghidupkan sektor pertanian.

Hingga perikanan dan jasa hingga tingkat desa, dengan kegiatan Masamo tersebut menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah.

Serta tenaga profesional seperti Chef Norman Ismail, serta sektor swasta dalam meningkatkan kualitas juru masak.

Pemerintah menjadikan ekonomi kreatif sebagai pilar utama pertumbuhan nasional.

Ia menyebut pembentukan kementerian khusus ekonomi kreatif sebagai langkah strategis di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah saat ini sedang menyusun Rencana Induk Ekonomi Kreatif (RINDEKRAF) 20 tahun ke depan.

Dalam rencana terbaru, jumlah subsektor ekonomi kreatif bertambah dari 17 menjadi 21 subsektor, termasuk modifikasi otomotif (custom), teknologi baru seperti AI dan blockchain, hingga konten kreator dan voice over.

Menteri Riefky juga menekankan pentingnya hilirisasi di sektor kreatif.

“Hilirisasi bukan hanya soal tambang. Di sektor kreatif, hilirisasi berarti memperkuat film, musik, fashion, dan kuliner lokal agar memiliki nilai dan daya saing global,” jelasnya.

Melalui kunjungan ini, sinergi pemerintah pusat dan daerah diharapkan semakin solid dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Lampung yang lebih kuat, berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, serta berkontribusi pada pembangunan nasional.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Yuke Sri Rahayu selaku Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, menjelaskan bahwa Masamo merupakan bagian dari fasilitasi dan pelatihan pengembangan usaha kreatif subsektor kuliner.

“Program ini bertujuan membantu pelaku usaha kreatif kuliner meningkatkan kapasitas usaha, menghadirkan produk baru yang berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya.

Pelatihan di Lampung diikuti 50 perwakilan SPPG dan menjadi bagian dari upaya memperkuat subsektor kuliner.

Hal tersebut sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional (The New Engine of Growth).

Sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pangan yang aman dan berkualitas.(*)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *