Tatar.id, Bandar Lampung – Datangnya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Lampung bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak cepat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan
Kepala Staf Korem (Kasrem) 043/Garuda Hitam, Kolonel Inf Sumarlin Marzuki, SE, M.Tr. Han., menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Lampung yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung, Jalan Sultan Hasanuddin, Telukbetung Utara, Selasa (10/2/2026).
Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi penyiaran harga kebutuhan pokok.
Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf Sumarlin Marzuki menegaskan komitmen TNI Angkatan Darat (AD) untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah.
“Stabilitas harga dan ketersediaan pangan sangat erat kaitannya dengan stabilitas keamanan. Korem 043/Gatam siap bersinergi dan turun langsung memastikan distribusi berjalan lancar serta situasi tetap nyaman,” ujar Kolonel Inf Sumarlin Marzuki.
Ia menambahkan, keterlibatan TNI bertujuan agar masyarakat Lampung dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman, nyaman.
Serta tenang tanpa khawatir terhadap kelangkaan bahan pokok maupun pemutaran harga yang tidak wajar.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat.
Sekaligus mempertahankan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia.
Demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Bumi Ruwa Jurai.
Dalam arahannya, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi pencapaian inflasi daerah yang saat ini masih relatif terkendali.
Kemudian berada di bawah rata-rata nasional. Meski begitu, ia mengingatkan seluruh jajaran agar tetap mewaspadai potensi peningkatan sejumlah strategi komoditas.
“Kita harus mengantisipasi kemungkinan naiknya harga beras, cabai, bawang, hingga daging menjelang Ramadhan,” tegas Gubernur.
Sejumlah langkah strategi pun ditekankan, di antaranya:
– Pelaksanaan Operasi Pasar, dengan memperbanyak pasar murah Ramadhan di seluruh kabupaten dan kota.
– Pengawasan Distribusi Pangan, guna mencegah praktik penimbunan dan permainan harga.
– Penguatan Produksi Lokal, dengan mengoptimalkan hasil pertanian dan peternakan Lampung sebagai penopang ketahanan pangan daerah.(*)











