Bandar LampungLampungPendidikan

Mendikdasmen Mu’ti Luncurkan Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN)

33
×

Mendikdasmen Mu’ti Luncurkan Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN)

Share this article

Tatar.id, Bandar Lampung – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meluncurkan program IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkoba).

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, peluncuran program IKAN ini merupakan langkah nyata dari Kemendikdasmen yang bekerja sama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional).

“Terutama untuk membangun lingkungan dan budaya sekolah yang bersih dari narkoba,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Jumat (13/2/2026) di Unesa (Universitas Negeri Surabaya).

Mu’ti menegaskan komitmen Kemendikdasmen dalam memproteksi masa depan generasi muda melalui penguatan karakter di lingkungan sekolah.

Program IKAN dalam rangka Ananda Bersinar merupakan inisiatif kolaboratif dalam payung kerjasama antara BNN dan Kemendikdasmen untuk membentengi masa depan anak bangsa.

Menteri Mu’ti menegaskan bahwa Kemendikdasmen berkomitmen penuh mendukung program ini sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden RI, khususnya poin keempat dan ketujuh.

Ia memandang sekolah harus menjadi oase yang aman bagi tumbuh kembang anak secara utuh.

Ia menambahkan, program IKAN selaras dengan kebijakan program yakni 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) serta visi Presiden untuk membangun budaya ASRI (Aman, Sehat, Ramah, dan Indah).

Sekolah yang aman dan nyaman, menurut Mu’ti, tidak hanya bebas dari kekerasan fisik, tetapi juga terlindungi dari perilaku yang merusak fisik, mental, hingga spiritual murid.

Kemendikdasmen berencana memperkuat program ini melalui pelatihan guru serta aktivasi peran murid melalui organisasi siswa (OSIS) dan kegiatan ekstrakurikuler.

Langkah ini bertujuan agar nilai-nilai antinarkoba tidak berhenti sebagai teori, melainkan menjadi gaya hidup.

Antusiasme terasa saat Menteri Mu’ti berinteraksi melalui video conference dengan Kepala SD Negeri 3 Pagaralam, Sumatera Selatan.

Menanganggapi praktik baik sekolah tersebut yang rutin mengundang penyuluh BNN ke sekolah.

Menteri Mu’ti menekankan pentingnya keterlibatan aktif dalam ekosistem sekolah sendiri.

“Saya kira perlu dilibatkan secara aktif para murid melalui OSIS atau UKS dan kegiatan ekstrakurikuler,” ucap Mu’ti.

Sekolah yang aman dan nyaman adalah sekolah yang bebas dari segala perilaku yang merusak fisik, mental, serta spiritual anak-anak kita.

Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, menjelaskan bahwa program IKAN merupakan bagian dari transformasi aksi nasional BNN untuk mewujudkan “Indonesia Bersinar” (Bersih Narkoba).

Ia memberikan apresiasi tinggi kepada Kemendikdasmen dan UNESA atas percepatan kurikulum ini yang kini menyasar murid mulai tingkat TK hingga SMA.

Kegiatan atau kurikulum integrasi antinarkoba ini akan diakselerasi ke seluruh sekolah di Indonesia.

Mata pelajarannya masuk ke subjek yang sudah ada, seperti Biologi, Matematika, dan lainnya.

Sehingga tidak mengganggu atau menambah beban pelajar dan dirinya berharap melalui pemahaman sejak dini.

Para murid sebagai calon pemimpin bangsa tidak terjerumus ke dunia narkoba yang mengancam kecerdasan dan kesehatan mereka.

Sementara itu, Rektor UNESA, Nurhasan, menekankan pentingnya aksi kolektif dalam implementasi di lapangan.

UNESA sebagai mitra strategi telah memulai praktik baik dengan mengintegrasikan materi program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Terutama ke dalam ekosistem Labschool UNESA dan melakukan tes urin rutin bagi pimpinan serta mahasiswa.

Apresiasi atas implementasi nyata juga diberikan oleh Kepala BNN Provinsi Jawa Timur kepada Ketua Yayasan Dharma Wanita UNESA dan Ketua Lembaga Labschool UNESA.

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Labschool UNESA mengintegrasikan kurikulum antinarkoba dalam seluruh jenjang pendidikan mereka.(*)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *