TATAR.ID, BANDAR LAMPUNG – Dua atlet karate SMA Kebangsaan menorehkan prestasi membanggakan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panglima Korps Marinir (Pangkomar) 2026.
Keduanya sukses menyabet medali emas setelah tampil dominan dan menaklukkan lawan-lawannya hingga partai puncak, Minggu (01/11/2026).
Kedua atlet berprestasi tersebut adalah M Faddel Qaesar yang meraih medali emas pada nomor Kumite Junior +76 kg Putra.
Kemudian Jesro Gavarsius S. yang menyabet medali emas di kelas Kumite -52 kg Cadet Putra.
Capaian istimewa diraih oleh M. Faddel Qaesar. Selain meraih podium tertinggi, ia dinobatkan sebagai Best of the Best (BOB) Junior Putra.
Atas raihan tersebut, Faddel berhak memboyong Piala BOB dari Panglima Korps Marinir (Pangkormar) sekaligus mengantongi rekomendasi prestasi resmi dari Pangkormar.
Pelatih karate SMA Kebangsaan, Sensei Fajri, mengungkapkan bahwa keberhasilan anak asuhnya merupakan buah dari disiplin tinggi, latihan konsisten, dan perjuangan pantang menyerah.
“Ini merupakan prestasi yang luar biasa dan patut diapresiasi oleh pihak sekolah. Anak-anak telah melalui perjuangan yang luar biasa, mulai dari proses latihan hingga akhirnya mampu mencapai prestasi di tingkat nasional,” ujar Sensei Fajri.
Ia juga mengapresiasi pihak sekolah yang memberikan dukungan penuh, termasuk memberikan izin serta kesempatan bagi para siswa untuk fokus menjalani latihan intensif di dojo.
Tidak berpuas diri, Sensei Fajri mengungkapkan bahwa kedua karateka muda ini dijadwalkan akan kembali berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada November 2026 mendatang.
Ajang Porprov tersebut sekaligus akan menjadi ajang seleksi bagi mereka untuk menembus Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON).
Sensei Fajri, yang saat ini memegang tingkatan DAN V International Karate-Do, berharap rentetan gelar juara ini dapat memacu semangat para atlet untuk terus mengasah kemampuan di level yang lebih tinggi.
Keberhasilan M. Faddel Qaesar dan Jesro Gavarsius S, tidak hanya mengharumkan nama keluarga dan SMA Kebangsaan.
Akan tetapi juga membuktikan bahwa pola pembinaan yang terstruktur dan kerja keras mampu mencetak atlet muda berprestasi di kancah nasional.(*)











