Nasional

Kriyanusa 2026 Anak Putus Sekolah Disulap Menjadi Wirausaha Kriya

50
×

Kriyanusa 2026 Anak Putus Sekolah Disulap Menjadi Wirausaha Kriya

Share this article

​Kriyanusa 2026 Anak Putus Sekolah Disulap Menjadi Wirausaha Kriya

TATAR.ID , JAKARTA – Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) terbukti menjadi jembatan konkret dalam mengubah nasib anak-anak putus sekolah dan berkebutuhan khusus.

Karya-karya unggulan mereka unjuk gigi dalam pameran kriya nasional Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) yang berlangsung pada 26–30 September 2026.

​Mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, ajang ini memamerkan deretan karya tenun dan produk turunan Nusantara hasil kolaborasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

​Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menegaskan bahwa sasaran utama program PKW adalah anak usia di bawah 25 tahun yang tidak bersekolah, putus sekolah.

Maupun penyandang disabilitas, mereka dibekali keterampilan terapan agar siap menjadi wirausahawan mandiri.

​”Kami memastikan anak-anak yang tidak sekolah mendapat keterampilan khusus. Program PKW ini dirancang melalui kerja sama dengan Dekranas, UMKM, hingga lembaga permodalan dan pemasaran,” jelas Yaya.

​Sepanjang periode 2020 hingga 2026, sinergi Kemendikdasmen, Dekranas, dan Dekranasda telah mencetak 6.156 alumni PKW.

“Tak sedikit lulusan yang sukses membangun usaha, membuka cabang, mempekerjakan puluhan tenaga kerja, hingga mengantongi omzet besar setiap bulannya,” katanya.

​Pada Kriyanusa 2026, pengunjung dapat menyaksikan langsung karya khas dari sembilan penerima program Dekranasda.

Diantaranya Provinsi Jambi, Kota Metro, Kabupaten Tasikmalaya, Aceh Barat, Manggarai Barat, Lamongan, Jepara, Sumba Barat, dan Ogan Ilir.

​Program yang positif ini diakui Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Tasikmalaya, Khifayati Nursetiana.

Wilayahnya tercatat dua kali menerima program PKW pada tahun 2025 dan 2026 untuk pelatihan membatik serta memohon.

​”Program ini sangat kami tunggu. Ketika UMKM dan perajin berdaya, sumber daya manusia lokal benar-benar terserap,” katanya.

“Kami membekali anak-anak muda untuk mengekspresikan diri, seperti melakukan live streaming TikTok saat pelatihan agar tetap semangat dan mendapat respon langsung dari masyarakat,” ungkap Khifayati.

​Manfaat nyata juga dirasakan alumni PKW Tenun 2022 asal Ogan Ilir, Uci Monica. Berawal dari tidak memiliki pengalaman menginap yang sama sekali.

Dirinya kini piawai memproduksi kain khas Ogan Ilir dengan motif Tujur dan Padi Pegagan.

​”Saya ingin punya keterampilan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain seru belajar bersama teman sebaya, program ini membukakan peluang kerja nyata,” kata Uci.

​Selain menampilkan produk siap pakai, stan pameran Kemendikdasmen juga menyajikan demo pengayaan kain gebeng khas Ogan Ilir oleh alumni PKW 2026 serta Gelar Wicara Inspiratif seputar pelestarian wastra Nusantara.

Langkah ini membuktikan bahwa keterampilan pendidikan mampu melestarikan warisan budaya sekaligus melahirkan generasi wirausaha kreatif baru.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *